INOVASI
Nama Instansi | PKM BAJAYAU |
---|---|
Nama Inovasi | SIREKI (Sistem Informasi Ringkas Elektronik Konseling Gizi) |
Jenis Inovasi | Digital |
Inisiator | ASN |
Bentuk Inovasi | Inovasi Pelayanan Publik |
Waktu Uji Coba | 16-06-2025 |
Waktu Implementasi | 26-06-2025 |
SIREKI (Sistem Informasi Ringkas Elektronik Konseling
Gizi) merupakan sebuah inovasi digital berbasis web yang dikembangkan oleh tim
internal Puskesmas untuk mempermudah, mempercepat, dan menstandarkan proses
pelayanan konseling gizi. Inovasi ini muncul dari tantangan yang selama ini
dihadapi petugas gizi di lapangan, yaitu keterbatasan alat bantu dalam
melakukan asesmen status gizi dan pencatatan hasil konseling secara cepat,
tepat, dan terdokumentasi.
Sebelum adanya SIREKI, proses penghitungan Berat
Badan Ideal (BBI), Indeks Massa Tubuh (IMT), dan penentuan status
gizi dilakukan secara manual menggunakan kalkulator, formulir cetak, dan rekap
melalui Microsoft Excel. Proses ini menyita waktu, meningkatkan risiko salah
input, dan menyulitkan dalam penyusunan laporan.
Melalui aplikasi SIREKI, petugas gizi kini
dapat melakukan penghitungan BBI dan IMT secara otomatis serta menilai status
gizi balita dan dewasa dengan lebih cepat dan akurat. Aplikasi ini juga
menghasilkan rekomendasi diet yang disesuaikan dengan status gizi dan
hasil laboratorium, sehingga sangat membantu dalam pengambilan keputusan saat
sesi konseling.
Aplikasi ini juga dilengkapi fitur rekap
otomatis hasil konseling, yang dapat diunduh atau dicetak untuk keperluan
dokumentasi dan pelaporan rutin. Salah satu fitur unggulan lainnya adalah
kemampuan untuk mempermudah skrining balita stunting di lapangan.
Petugas cukup memasukkan data tinggi dan berat badan balita untuk memperoleh
analisis status gizi secara langsung dan terstandar.
Selain itu, SIREKI menyediakan materi gizi
edukatif, termasuk alat bantu penghitungan kalori makanan dan akses
ke Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM), yang berguna dalam penyusunan
menu seimbang dan edukasi pasien.
Aplikasi ini sepenuhnya dibangun secara mandiri
oleh petugas gizi dan tim internal tanpa melibatkan pihak ketiga, menjadikannya
fleksibel untuk dikembangkan sesuai kebutuhan lokal. Saat ini, SIREKI belum
terintegrasi dengan layanan gizi lainnya seperti pemantauan ibu hamil atau
remaja putri, namun berpotensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut
sebagai sistem gizi terpadu di layanan primer.
Harapan ke depannya, SIREKI tidak hanya menjadi
solusi lokal, tetapi dapat direplikasi dan diimplementasikan di seluruh
Puskesmas untuk menciptakan standarisasi dalam pelayanan konseling gizi.
Dengan adopsi yang lebih luas, inovasi ini berpotensi besar untuk mempercepat
pengumpulan data gizi yang akurat dan seragam, mendukung program penanganan
stunting, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat
secara menyeluruh.
- Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan konseling gizi.
- Menstandarkan proses asesmen dan pemberian rekomendasi gizi.
- Menyediakan dokumentasi digital yang cepat dan akurat untuk pelaporan.
- Konseling gizi lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi.
- Petugas tidak lagi perlu menghitung manual BBI dan IMT.
- Memudahkan pengambilan keputusan berbasis data.
- Menyederhanakan rekap dan pelaporan gizi masyarakat.
- Aplikasi berbasis web yang aktif digunakan di Puskesmas Bajayau.
- Terbukti menurunkan waktu input data dan meningkatkan akurasi asesmen.
- Telah digunakan dalam beberapa kegiatan pelayanan dan pencatatan gizi.
All rights Reserved © Your Company, 2021
Made with by ThemeWagon