Detail inovasi

AKUPRESSUR TERAPI BAGI PENDERITA HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS (AKU TERDIAM)

Halaman detail tetap menampilkan informasi inovasi seperti landing lama, tetapi sekarang dibungkus dengan struktur visual yang lebih rapi dan konsisten dengan tema public baru.

Nama InstansiPKM TELAGA LANGSAT
Nama InovasiAKUPRESSUR TERAPI BAGI PENDERITA HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS (AKU TERDIAM)
Jenis InovasiNon Digital
InisiatorASN
Bentuk InovasiInovasi Pelayanan Publik
Waktu Uji Coba01-09-2022
Waktu Implementasi21-09-2022

Angka kejadian DM di Indonesia dari tahun ke tahun meningkat. Berdasarkan data International Diabetes Fondation (IDF,2012), prevalensi nasional diabetes di Indonesia adalah 4,8 % dan meningkat menjadi 5,85% pada tahun 2014 (IDF, 2014), Begitu pula dengan Hipertensi saat ini hipertensi masih merupakan masalah yang cukup penting dalam pelayanan kesehatan (akinlua et al 2018). Hal ini dikarenakan angka prevalensi Hipertensi yang cukup tinggi di Indonesia maupun di negara lain ( Kurnianto et all 2020). Dengan dilakukannya terapi akurpresure yang bekerja pada pankreas untuk meningkatkan sintesis insulin, meningkatkan salah satu reseptor pada sel target, dan mempercepat penggunaan glukosa didalam sel, sehingga hasilnya adalah menurunkan kadar gula yang ada di darah juga rangsangan akupresur dapat menstimulasi sel mast untuk melepaskan histamine sebagai mediator vasodilatasi pembuluh darah, sehingga terjadinya peningkatan sirkulasi darah yang menjadikan tubuh lebih relaksasi dan pada akhirnya dapat menurunkan tekanan darah (Sari et al., 2019)

Tujuan akupressure pada pasien HT dan DM adalah melancarkan aliran energi vital pada seluruh bagian tubuh agar tubuh dapat menjalankan fungsinya.

Inovasi ini merupakan suatu terapi yang efektif baik untuk mencegah maupun untuk terapi. Selain itu, tehnik akupresur mudah dipelajari dan dapat diberikan dengan cepat, biaya murah dan efektif untuk mengatasi berbagai gejala. Dan juga terapi modalitas ini dapat diimplementasikan pula di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah oleh petugas kesehatan khususnya perawat dalam rangka mengurangi efek samping pengobatan medis.

setelah melakukan inovasi ini penderita HT dan DM dapat teratasi
Video tidak tersedia