Kata PaK RT (Ketahanan Pangan Kelas Rumah Tangga)
Halaman detail tetap menampilkan informasi inovasi seperti landing lama, tetapi sekarang dibungkus dengan struktur visual yang lebih rapi dan konsisten dengan tema public baru.
Dasar Hukum / Regulasi
Ketahanan Pangan merupakan implementasi dari salah satu Asta Cita pemerintahan sekarang. Bertujuan agar tidak ada rakyat Indonesia yang kelaparan, kekurangan gizi dan menangani masalah stunting. Semua wajib bersatu dalam semangat yang sama dari Pemerintah Provinsi sampai Pemerintah Kabupaten/Kota, hal ini bisa dilihat dari Visi Misi Bupati HSS terpilih, melalui "Menata Kota, Membangun Desa". Dalam hal tingkat desa, inovasi ini menggabungan beberapa inovasi yang sudah ada di Indonesia dari Kandang Sistem Postal, Mesin Penetas Telur dan Pengolah limbah rumah tangga melalui Maggot.
Latar Belakang Permasalahan
Sesuai kondisi lingkungan desa kapuh yang berada di dataran rendah, maka inovasi "Kata PaK RT" mengikuti kondisi lingkungan sekitar. Bentuk inovasi harus saling terkait dan melengkapi. Melihat kebiasaan masyarakat Desa Kapuh suka berternak ayam secara konvensional dengan diumbar secara bebas dan memilih jenis ayam kampung dengan produksi telur rendah. Inovasi ini lahir serta terinspirasi dari hal tersebut. Untuk melaksanakan inovasi ini dipilih salah satu Dasa Wisma yang ada di Desa kapuh untuk menjadi model.Jenis ayam kampung yang dipilih adalah Ayam Kampung Unggulan, tahan penyakit dan produktif dalam bertelur. Kemudian dipelihara secara umbaran yang terbatas. Syarat jika masyarakat yang ingin mendapatkan ayam ini harus membuat Kandang sesuai ketentuan dari pemerintah desa.Ayam yang mempunyai produksi telur tinggi jarang mau mengerami telurnya. Sehingga perlu bantuan Mesin penetas telur untuk meremajakan ayam yang ada dan menambah jumlah ayam.Limbah rumah tangga yang biasanya tidak bisa dimakan langsung oleh ayam, akan diurai oleh larva maggot. Kemudian larva maggot yang sudah siap panen bisa diberikan ke ayam sehingga terjadi proses saling menguntungkan (Mutualisme Simbiosis).
Isu Strategis & Keterkaitan Renstra PD / Unit Kerja
Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan merupakan mitra terkait dalam inovasi ketahanan pangan ini. Karena Dinas tersebut membidangi Pertanian secara luas. Sehingga bisa membantu dalam beberapa hal jika terdapat kekurangan dalam inovasi, dengan adanya inovasi ini bisa membantu protein hewani skala rumah tangga.
Keunggulan / Kebaruan Teknologi Tepat Guna
Kombinasi antara teknologi dan lingkungan hidup dalam ketahanan pangan skala rumah tangga berkelanjutan. Biasanya berternak ayam kampung diumbar secara bebas dan ditetaskan secara alami, sehingga ada jeda produksi bertelur. Dengan adanya inovasi ini berternak ayam bisa lebih intensif tanpa merubah kebiasaan ayam.Kandang ayam bisa ditiru, membuat mesin penetas telur bisa dipelajari dan pakan dengan biaya minimal bisa diterapkan sesuai kondisi sekitar. Inovasi "Kata PaK RT" bisa diaplikasi oleh perorangan dan kelompok serta pihak lainnya.
Cara Kerja & Tahapan Pengembangan Teknologi
Memadukan teknologi inovasi yang ada dan lingkungan hidup.1. Kandang Ayam MandiriSebagai salah satu syarat mendapatkan bantuan ayam harus membuat kandang secara mandiri. Bentuk dan bahan kandang sesuai kemampuan dan kreatif masing-masing individu. Tetapi secara konsep diwajibkan sama dan ukuran kandang minimal 1 meter persegi. Dalam kandang harus terdapat bak yang berisi campuran kohe sapi, kambing dan dedak padi untuk tempat ayam menceker. Ayam diumbar secara terbatas, untuk menghindari berbagai kemungkinan antara lain penyakit dan menghindari pencampuran gen karena kawin dengan ayam kampung jenis lain.2. Mesin Penetas TelurMesin penetas telur disimpan oleh ketua atau anggota dasa wisma. Dipergunakan untuk membantu memperbanyak anakan ayam.3. Kandang Lalat BSFBerfungsi untuk mengurai segala limbah rumah tangga yang tak bisa dijadikan pakan ayam, kemudian larva maggot dijadikan pakan tinggi protein.
Dampak
Pangan berkelanjutan berupa telur setiap harinya dan daging ayam pada periode tertentu dengan biaya seminimal mungkin bahkan bisa tidak ada. Hal ini bisa dirasakan langsung manfaat oleh Keluarga yang melaksanakannya.
Mendukung program pemerintah pusat dengan inovasi ketahanan pangan skala rumah tangga dengan memanfaatkan teknologi dan lingkungan hidup.
Supaya tingkat rumah tangga bisa subtensi ekonomi pangan hewani secara berkelanjutan.
Pangan berkelanjutan tingkat rumah tangga tetap terjaga.